SaLam BloGgeR

Minggu, 20 Februari 2011

Pemberian Nafas Buatan

Pemberian nafas buatan pada korban yang tidak bernafas sangat penting sebab otak mengalami kerusakan bila tidak mendapatkan oksigen lebih dari 3 menit.
Ada beberapa cara pemberian nafas buatan :
  • Mulut ke mulut : pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke mulut korban (mulut korban tertutup mulut penolong)
  • Mulut ke hidung : dilakukan bila mulut korban mengalami luka, pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke hidung korban, mulut korban ditutup pada saat udara dihembuskan dan dibuka penghembusan udara keluar
  • Mulut ke hidung dan mulut : dilakukan pada korban anak
Gejala nafas terhenti : 
  • Pingsan
  • Nafas terhenti atau bernafas kurang dari 4 ? 5 kali per menit
Prosedur pemberian nafas buatan : 
  1. Periksa bahaya sekitar
  2. Gulingkan korban ke arah berlawanan dengan kita, periksa saluran udara
  3. Terlentangkan korban, buka saluran udara
  4. Lihat, dengar dan rasakan apakah korban bernafas (bila bernafas, letakkan pada posisi stabil)
  5. Berikan 5 nafas buatan, periksa naik turunnya dada
  6. Periksa denyut nadi ? Denyut nadi ada
  7. Berikan satu nafas buatan setiap 4 detik (15 nafas per menit)
  8. Untuk anak dan bayi, berikan satu nafas buatan setiap 3 detik (20 nafas per menit)
  9. Periksa denyut nadi setelah 1 menit, kemudian setiap 2 menit
  10. Periksa saluran udara, waspada terhadap muntah
Nafas buatan yang diberikan secara penuh (menghembus dengan penuh) kepada korban dewasa, untuk anak dan bayi, kurangi hembusan karena terlalu banyak udara yang dihembuskan kepada anak dan bayi dapat terarah ke keronkongan dan perut dan menyebabkan muntah. Pemberian nafas buatan kepada anak dan bayi biasa dilakukan dengan memenuhi rongga mulut penolong dengan udara dan mengeluarkannya sedikit demi sedikit ke rongga mulut anak/bayi.

Pemberian nafas buatan dilakukan sampai korban bernafas sendiri, atau sampai bantuan medis datang, atau bila korban mengalami ?cardiac arrest? (jantung berhenti ? ditandai dengan tidak berdenyutnya nadi) maka resusitasi jantung paru (CPR) harus dilakukan.


Source: 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa tinggalin jejak Komen nya. . . Semoga Info nya Bermanfaat. Dan Tinggalin Jejak Like nya ea. Makasih (^,^)

recent Comments Guys...

About Me

Foto saya
Assalamualaikum.w.w Ada nya blog ini untuk saling share. Let's share each others. Buat nambah info n pengetahuan. Kalo ada Kekurangan Sana Sini di Blog ini, Tolong kritik and sarannya iyyach. Bukan sekedar kritik, tapi ada solusi yang membangun. I’m not perfect one. But, I’ll do Best for everything. I'm simple one. I believe I can, then I do...

Like This Sist,Bro

Thanks for Visitting.