SaLam BloGgeR

Minggu, 27 Februari 2011

Pembelajaran Bahasa Inggris untuk usia dini

I. LATAR BELAKANG
Saat ini banyak negara di dunia ini, termasuk Indonesia, telah memulai pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada anak usia dini. Hal ini disebabkan banyak orang percaya bahwa pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa Inggris apabila dimulai pada usia dini sebelum anak mencapai masa kritis, yakni usia 12-13 tahun, akan memberikan hasil yang lebih baik, meskipun sampai sekarang belum ada bukti empiris yang memperkuat pendapat tersebut (Nunan, 1999). Tingkat kemahiran berbahasa seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia tapi juga faktor-faktor lainnya, seperti tipe program dan kurikulum, lamanya pembelajaran, teknik dan aktivitas yang digunakan (Rixon, 2000).
Para pendidik terutama jika mereka akan memulai memberikan pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini harus memahami hal-hal yang mendasar tentang perkembangan diri anak dan dalam hubungannya dengan proses pembelajaran bahasa Inggris agar mereka dapat mengadakan eksplorasi, merencanakan dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran bahasa Inggris agar pembelajaran tersebut tepat sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Makalah ini secara singkat akan membahas teori-teori dasar pemebelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini yang meliputi: karakteristik anak-anak usia dini, tujuan pembelajaran bahasa, ruang lingkup pembelajaran, metode pembelajaran, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini.
II. PENDEKATAN TEORI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK USIA DINI
Seorang pendidik anak usia dini sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran terlebih dahulu perlu memperhatikan karakteristik anak-anak yang dididik dan diajar agar program pembelajarannya sesuai dengan perkembangan dimensi anak-anak yang meliputi dimensi kognitif, bahasa, kreativitas, emosional dan sosial (Moeslichatoen, 1999).
Adapun secara umum karakteristik anak-anak usia dini yang dimaksud meliputi:
A.   Dari aspek kognitif:
1.    Mereka telah memiliki kemampuan untuk mengintepretasikan arti/makna.
2.    Mereka memiliki daya perhatian dan konsentrasi yang terbatas.
3.    Mereka telah memiliki daya imaginasi.
4.    Mereka memahami situasi
B.   Dari aspek afektif:
1.    Mereka senang menemukan dan menciptakan sesuatu
2.    Mereka senang berbicara
3.    Mereka senang bermain dan bekerja sendiri
4.    Mereka tertarik pada aktivitas yang relevan bagi mereka
C.   Dari aspek psiko-motor:
1.    Mereka memiliki ketrampilan dalam memakai bahasa secara terbatas namun kreatif.
2.    Mereka dapat belajar dengan melakukan sesuatu
3.    Mereka belajar bahasa Inggris dengan menggunakannya
4.    Mereka dapat bekerja sama dengan orang dewasa
5.    Mereka akan belajar dengan sangat baik apabila mereka terlibat dalam aktivitas yang relevan dengan diri mereka
(Haliwell, 1992).
Dengan memperhatikan karakteristik anak-anak tersebut, tujuan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini secara umum dapat ditentukan sebagai berikut:
1.    membuat anak merasa berkompeten dan percaya diri dalam belajar bahasa Inggris
2.    menyediakan lingkungan pembelajaran yang aman, bersifat menghibur dan rekreatif serta mendidik
3.    menciptakan pembelajar bahasa Inggris untuk jangka panjang
(Schindler, 2006)
Sedangkan ruang lingkup pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini meliputi ketrampilan mendengar, berbicara, membaca dan menulis serta komponen kosa kata, pelafalan dan struktur bahasa. Semuanya ini harus disesuaikan dengan kemampuan anak yang diajar.
Adapun konsep-konsep yang perlu dikuasai anak-anak dalam berbahasa adalah:
1.    identifikasi (mengenal orang/benda yang ada di sekitar anak-anak)
2.    klasifikasi (pengelompokan, misalnya warna, bentuk, ukuran, jumlah, fungsi, jenis, dsb.)
3.    spasial (ruang atau posisi orang/benda)
4.    temporal (waktu)
5.    emosional (perasaan)
6.    familial (keluarga)
7.    ordering (menyusun)
8.    ekuivalensi (perbandingan)
(Ashworth dan Wakefield, 2005)
Dalam belajar bahasa asing, seperti bahasa Inggris, anak-anak:
1.    secara alami, sama dengan cara mereka belajar bahasa ibu
2.    dimotivasi
3.    dengan mendengar dan mengulang-ulang
4.    dengan menirukan guru
5.    dengan berinteraksi dengan orang lain
6.    dengan menerjemahkan
(Moon, 2000)
Metode-metode pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini yang bisa digunakan adalah:
1.    Bermain (dan bernyanyi)
2.    Bercakap-cakap
3.    Bercerita
4.    Demonstrasi
5.    Karya wisata
6.    Proyek
7.    Pemberian tugas
(Moeslichatoen, 1999)
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini agar pembelajaran tersebut dapat mencapai tujuan seperti yang diharapkan:
1.    Melengkapi aktivitas pembelajaran dengan media visual, realia dan gerakan-gerakan serta kombinasi antara bahasa lisan dengan ‘bahasa tubuh’ atau ‘demonstrasi’.
2.    Melibatkan anak-anak di dalam pembuatan media visual atau realia.
3.    Berpindah dari aktivitas yang satu ke aktivitas lainnya dengan cepat
4.    Membangun rutinitas di dalam kelas dengan menggunakan bahasa Inggris
5.    Gunakan bahasa ibu apabila diperlukan
6.    Mengajar berdasarkan tema dan menstimulasi imajinasi dan kreativitas anak-anak.
7.    Menggunakan cerita dan konteks yang sudah dikenal oleh anak-anak
8.    Mengundang masyarakat sekitar (orang tua, mahasiswa, dsb.) yang bisa berbahasa Inggris untuk berceita di dalam kelas
9.    Berkolaborasi dengan guru lainnya di sekolah Anda
10. Berkomunikasi dengan guru atau pengajar untuk anak usia dini lainnya di luar sekolah Anda (Shin, 2006)
III. KESIMPULAN DAN PENUTUP
Dari uraian singkat di atas, bisa kita simpulkan bahwa sesuai dengan karakteristik anak usia dini, kegiatan pembelajaran bahasa Inggris hendaknya bersifat menghibur, rekreatif, dan mendidik agar motivasi yang mereka miliki pada saat ini akan dipertahankan atau bahkan ditingkatkan lagi di masa yang akan datang sehingga pembelajaran bahasa Inggris akan terus berlangsung sepanjang hidup mereka.
Akhir kata, pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini adalah suatu bidang yang dinamis sehingga bisa dipastikan akan senantisa mengalami perubahan-perubahan. Namun demikian tugas para pendidik bagi anak usia dini tetaplah sama yakni membantu perkembangan pemahaman dan penggunaan bahasa mereka.melalui perencanaan, pembimbingan dan penyediaan sarana penunjang yang memadai.
DAFTAR PUSTAKA
Shin, Joan Kang. 2006. Ten Helpful Ideas for Teaching English to Young Learners. English Teaching Forum, Volume 44, Number 2: 2-7.
Schindler, Andrea. 2006. Channeling Children’s Energy through Vocabulary Exercises. English Teaching Forum, Volume 44, Number 2:8-13
Klein, Kerstin. 2005. Teaching the World’s Children. English Teaching Forum, Volume 43, Number 1: 2-7
Moon, Jayne. 2000. Children Learning English. Oxford: Macmillan Publishers Limited
Moeslichatoen. 1999. Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak.Jakarta: Penerbit Rineka Cipta
Finn, Patrick J. 1993. Helping Children Learn Language Arts. Longman Publishing Groups.
Haliwell, Susan. 1992. Teaching English in the Primary Classroom.Longman Group UK Limited

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa tinggalin jejak Komen nya. . . Semoga Info nya Bermanfaat. Dan Tinggalin Jejak Like nya ea. Makasih (^,^)

recent Comments Guys...

About Me

Foto saya
Assalamualaikum.w.w Ada nya blog ini untuk saling share. Let's share each others. Buat nambah info n pengetahuan. Kalo ada Kekurangan Sana Sini di Blog ini, Tolong kritik and sarannya iyyach. Bukan sekedar kritik, tapi ada solusi yang membangun. I’m not perfect one. But, I’ll do Best for everything. I'm simple one. I believe I can, then I do...

Like This Sist,Bro

Thanks for Visitting.